Career Insights

Breaking Barriers in the Tech Industry

By 3 min read
Female IT Representative

Pernah dengar soal black box di pesawat? Kotak kecil ini selalu menjadi sorotan setiap kali terjadinya kecelakaan penerbangan. Tetapi kotak ini bukan sekadar kotak biasa, black box memiliki fungsi vital untuk merekam data penerbangan dan percakapan di kokpit sehingga setiap detik perjalanan pesawat dapat ditelusuri kembali.

Namun, ada satu fakta menarik yang jarang diketahui yaitu salah satu proyek pengembangan pemrograman untuk black box pesawat supersonik Concorde pada tahun 1960-an ternyata dikerjakan oleh sebuah perusahaan yang dipimpin oleh perempuan. Sosok itu adalah Dame Stephanie “Steve” Shirley, pendiri Freelance Programmers atau FI Group yang berhasil membangun perusahaan IT sukses dengan mayoritas pekerja yang didominasi programmer perempuan.

Kisah ini membuktikan bahwa perempuan sudah sejak lama mengambil peran penting di dunia teknologi. Shirley membangun perusahaannya di era ketika hampir mustahil perempuan diberi ruang di dunia IT. Cerita ini menunjukkan kita bahwa langkah perempuan dalam teknologi bukanlah hal yang baru, namun seringkali luput dari sorotan.

Lalu, Bagaimana Dunia IT Hari Ini?

Saat ini, kita sering mendengar istilah “techbro” dan “techsis”. Pada awalnya, istilah ini sekadar pembeda gender antara pekerja teknologi laki-laki dan perempuan. Namun, dengan munculnya stereotype techbro yang identik dengan sosok arogan, sementara techsis dianggap kurang vokal. Dampaknya? labelling ini justru memperkuat stigma bahwa perempuan masih menjadi minoritas di dunia IT.

Berdasarkan database Geekhunter, tercatat bahwa hanya ada 11% talent perempuan di bidang IT. Angka tersebut memang kecil, tetapi jika kita bandingkan dengan satu dekade yang lalu, ada pertumbuhan yang signifikan. Kini, jumlah pekerja IT perempuan sudah lebih banyak dan salah satu faktornya adalah karena adanya dorongan pergerakan komunitas yang memberi ruang lebih besar untuk perempuan di teknologi.

Salah satu komunitas di Indonesia yang mendorong perubahan yaitu FemaleGeek yang dipelopori oleh Anne Regina. FemaleGeek bergerak sebagai grassroots movement dengan tujuan dapat membuka lebih banyak ruang dan representasi bagi perempuan di bidang teknologi. Geekhunter mendukung penuh komunitas ini sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem IT yang inklusif. Karena masalah utamanya bukan sekadar angka, tetapi bagaimana memberi exposure dan role model yang bisa menginspirasi lebih banyak perempuan untuk masuk ke industri teknologi.

Tantangan Perempuan di Dunia IT

Meskipun peluang terbuka bagi siapapun, masih terdapat hambatan nyata yang menjadi pertimbangan bagi perempuan dalam kontribusinya di dunia IT. “Posisi ini terbuka untuk laki-laki”, bisa disebut dengan bias gender dalam rekrutmen. Perempuan mendapatkan motherhood penalty yang dianggap ‘kurang menguntungkan’ karena adanya cuti melahirkan, padahal seharusnya ini tidak menjadi penghalang. Selain itu, adanya impostor syndrome dimana banyak perempuan merasa dirinya kurang mampu, padahal yang dibutuhkan adalah confidence.

Di sisi lain, riset membuktikan bahwa perusahaan dengan tim yang lebih balance secara gender justru lebih inovatif dan profitable. Artinya, memberikan ruang bagi semua gender bukan soal kesetaraan, tapi juga strategi bisnis yang cerdas.

Collaboration, Not Competition

Pada akhirnya, ini bukan soal perlawanan antara perempuan vs laki-laki. Seperti kata Ken Ratri dalam podcast Gizmologi, “We are not competing with each other, justru gimana kita bisa collaborate untuk menciptakan environment yang lebih inklusif.”

Strategi sederhana untuk mencapainya bisa dimulai dari mentoring system, saling mendukung dan memahami antar gender, hingga aktif berkontribusi di komunitas seperti FemaleGeek. Kuncinya adalah kolaborasi dan saling memahami.

So, be confident! Because confidence is the best makeup.
Nah, kalau kamu sedang mencari IT Talent perempuan, Geekhunter bisa bantu lewat 👉 geekhunter.co/recruitnow.  Dan untuk para perempuan hebat yang ingin ikut ambil bagian di industri ini, banyak peluang IT yang bisa kamu temukan di 👉 jobs.geekhunter.co!

Share this articleLinkedIn WhatsApp