Hiring & Talent Market Insights

5 Faktor yang Membuat IT Talent Bertahan dan Berkembang di Perusahaan

By 3 min read

Banyak perusahaan masih beranggapan bahwa tawaran gaji tinggi sudah cukup untuk menarik IT talent. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Perusahaan perlu memahami bahwa gaji hanyalah satu bagian dari puzzle besar. Kompetisi di industri teknologi semakin ketat, dan profesional IT kini jauh lebih selektif dalam menentukan pilihan karier mereka. Mereka mencari lebih dari sekadar angka di slip gaji. IT professionals kini lebih selektif dan mencari tempat kerja yang mampu memberi nilai tambah pada kehidupan serta masa depan mereka.

Sebuah laporan dari Resource 1 (2024) menemukan bahwa 73% profesional IT menempatkan fleksibilitas kerja sebagai faktor utama dalam memilih pekerjaan baru. Opsi remote atau hybrid bukan lagi sekadar “tambahan”, melainkan kebutuhan. Di sisi lain, riset dari PwC (2024) menegaskan bahwa upskilling dan peluang pengembangan karier kini menjadi pertimbangan penting. IT talent menginginkan akses training, sertifikasi, dan jalur kepemimpinan yang jelas. Tanpa itu, mereka cenderung berpindah ke perusahaan lain yang menawarkan prospek lebih baik.

Selain itu, budaya perusahaan juga semakin krusial. Data dari Troi.io (2024) menunjukkan bahwa 59% profesional di menolak tawaran kerja meskipun bergaji tinggi jika budaya perusahaan tidak sesuai dengan nilai pribadi mereka. Tren global ini diperkuat oleh survei yang dilansir The Guardian (2025), di mana 83% pekerja menempatkan work-life balance di atas gaji sebagai motivasi utama mereka. Artinya, perusahaan yang mampu menyediakan lingkungan kerja sehat, inklusif, dan mendukung akan lebih diutamakan oleh IT professionals.

Jika kebutuhan ini diabaikan, risikonya jelas menyebabkan turnover tinggi, biaya rekrutmen yang membengkak, dan reputasi perusahaan yang menurun di mata talent. Namun, bagi perusahaan yang mampu memahami ekspektasi IT talent, hasilnya adalah loyalitas yang lebih kuat, produktivitas meningkat, dan tim yang solid.

Jadi, faktor-faktor yang menjadi pertimbangan talent adalah..

  1. Fleksibilitas Kerja

Tidak hanya melihat gaji, tapi juga bagaimana mereka bisa menyeimbangkan hidup dan pekerjaan. Remote atau hybrid dianggap kebutuhan dasar, bukan lagi sekadar fasilitas tambahan. Perusahaan yang memberi pilihan fleksibel biasanya lebih menarik karena menunjukkan trust pada karyawan.

  1. Upskilling

Akses ke training, sertifikasi, dan jalur kepemimpinan yang jelas memberi motivasi lebih untuk bertahan. Tanpa ini, talent mudah pindah ke perusahaan lain yang menawarkan prospek lebih menjanjikan.

  1. Budaya Perusahaan yang Sehat

Gaji tinggi tidak akan berarti jika budaya perusahaan toxic. IT talent cenderung memilih lingkungan kerja inklusif, suportif, dan sesuai dengan nilai pribadi mereka. Employer yang membangun budaya sehat biasanya lebih mudah mempertahankan karyawan.

  1. Work-Life Balance

Semakin banyak talent yang menempatkan keseimbangan hidup sebagai prioritas utama. Mereka ingin perusahaan yang memahami bahwa produktivitas terbaik muncul ketika karyawan punya waktu cukup untuk istirahat, keluarga, dan pengembangan diri di luar pekerjaan.

  1. Rasa Aman & Loyalitas
    Employer yang mendengar kebutuhan karyawannya akan menciptakan rasa aman dan loyalitas jangka panjang. Ini bukan hanya mengurangi turnover, tapi juga meningkatkan produktivitas dan membangun tim yang solid.

So, how to better understand IT talent’s aspiration? 🤔

Setiap perusahaan punya nilai unik, begitu juga setiap kandidat punya mimpi karier masing-masing. Geekhunter hadir untuk membantu  menyesuaikan Employer Value Proposition perusahaan Anda dengan apa yang benar-benar dicari IT talent. Dengan solusi ini, perusahaan tidak hanya berhasil menarik kandidat terbaik, tetapi juga membangun loyalitas jangka panjang.

Siap membangun tim teknologi terbaik untuk perusahaan Anda?👉 Kunjungi geekhunter.co/recruitnow dan temukan bagaimana Geekhunter bisa membantu menemukan IT talent yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda!

Share this articleLinkedIn WhatsApp