Geekhunter, Tebarkan Potensi Terbaik Talenta IT Indonesia

Yunita Anggraeni Co-founder COO Geekhunter (left), Ken Ratri Iswari Founder CEO Geekhunter (right)

Sorotan kepada dua perempuan muda asal Bandung, Ken Ratri Iswari dan Yunita Anggraeni, nampaknya sejalan dengan semakin maraknya startup-startup yang baru bermunculan di Indonesia. Keduanya dikenal sebagai pendiri sebuah startup yang memberikan platform layanan perekrutan kerja di bidang IT, Geekhunter.co.

Geekhunter, yang didirikan sejak bulan Juli 2013, membantu klien yang bergerak di bidang IT untuk mencari programmer atau talenta IT di Indonesia. Selain itu, Geekhunter juga menyediakan layanan konsultasi karier yang membantu para programmer atau talenta IT untuk membuat perencanaan karier dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

“Kami ingin berkontribusi dalam menjadikan Indonesia sebagai pool talenta IT terbaik dan terbesar di Asia Tenggara, dengan membukakan pintu peluang sebesar-besarnya agar talenta Indonesia, terutama di bidang teknologi dapat bersaing dengan talenta dari negara manapun hingga dapat meraih kesuksesan di dunia IT,” jelas Ken, Founder & CEO Geekhunter kepada Hitsss.

Visi besar Geekhunter tercipta dari impian keduanya terhadap talenta IT di Indonesia. Berawal dari pandangan Ken yang semula bekerja di sebuah inkubator startup asal Denmark yang berlokasi di Bali. Ken, sebagai Co-founder & Human Capital Manager, bertugas salah satunya merekrut programmer atau talenta IT, untuk ditempatkan di Bali.

“Saya melihat permintaan yang cukup besar, khususnya untuk merekrut programmer. Saya pun berinisiatif mengajukan ide kepada inkubator startup tersebut, untuk membuka Konsultan Rekrutmen IT. Apa daya, saya pun ditolak,” ungkap Ken.

Dengan penuh keberanian, Ken memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut dan mulai berguru kepada headhunter asal Belanda yang berdomisili di Bali, untuk semakin memantapkan kemampuannya di bidang perekrutan. Proyek pertama Ken datang kala sekembalinya ia ke Bandung, yaitu proyek perekrutan perusahaan photostock asal Malaysia dan games development studio asal Korea Selatan.

Lain halnya dengan Anggra, Co-founder & COO Geekhunter, yang takjub dengan kemampuan para programmer dalam membuat aplikasi baik berbasis web ataupun mobile. Kala dirinya berkerja sebagai public relations di sebuah perusahaan game development studio di Bandung, ia kerap mengadakan kompetisi dan acara yang berkaitan dengan pembuatan aplikasi.

“Di sisi lain, saya pun mendapati bahwa tingkat popularitas mengenyam pendidikan di bangku informatika, maupun berkarier di dunia teknologi belum menjadi sesuatu yang paling ingin dituju, baik bagi generasi muda Indonesia maupun harapan orang tua kepada anaknya. Pada saat itulah, saya memiliki keinginan untuk dapat membuat semakin banyak talenta muda Indonesia yang bermunculan, khususnya di bidang IT,” papar Anggra.

Ajakan Ken kepada Anggra untuk menjadi Co-Founder Geekhunter membuat Anggra dapat semakin mewujudkan harapannya tersebut. Ken pun sejak awal memang memiliki ketertarikan sendiri dengan dunia startup. “Lucunya, beberapa tahun yang lalu ketika membereskan kamar untuk pindahan rumah, saya tidak sengaja menemukan buku harian saya ketika saya kelas 5 SD. Di sana, saya menuliskan cita-cita saya ialah ingin menjadi pengusaha atau business woman,” ulas Ken, sedikit mengok ke masa kecilnya.

Tim Geekhunter

Strategi dan monetisasi

Nampak jelas dari platform yang digunakan situs Geekhunter, bahwa target market yang dituju Geekhunter ialah perusahaan IT atau berbasis teknologi yang membutuhkan programmer atau talenta IT (B2B). Oleh karena itu, Ken dan Anggra sangat fokus kepada niche market, yakni para programmer atau talenta IT. Strategi pertama yang dicanangkan adalah dengan terus meningkatkan proses bisnis yang berkelanjutan.

Salah satu pelayanan yang dilakukan Geekhunter adalah memberikan saran dan konsultasi untuk membantu programmer atau talenta IT dalam menjadi versi terbaik diri mereka sendiri. “Kami pun menjadikan kebahagiaan sebagai model bisnis, yakni dengan meningkatkan happiness index untuk tim kami. Menurut kami orang-orang bahagia dapat memroduksi hasil yang sangat baik,” tambah Anggra.

Ken mengungkapkan, monetisasi Geekhunter berasal dari biaya rekrutmen yang dibayarkan oleh klien untuk setiap programmer atau talenta IT yang berhasil direkrut melalui Geekhunter. Saat ini, Geekhunter memiliki sekitar 18 ribu database programmer atau talenta IT dari seluruh Indonesia. Kebanyakan berasal dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dalam satu bulan, Geekhunter memiliki lowongan pekerjaan dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT sekitar 45 lowongan pekerjaan.

“Mendapatkan kepercayaan dari klien-klien, baik dalam maupun luar negeri untuk merekrut programmer yang kebanyakan dari mereka bersumber dari klien Geekhunter satu sama lain. Membantu puluhan perusahaan IT menemukan ratusan talenta IT yang dapat memajukan perusahaan dengan menemukan sisi terbaik dari dirinya masing-masing,” ungkap Ken, menyebutkan pencapaian terbaiknya di Geekhunter. (KA)

Sumber: http://hitsss.com/geekhunter-tebarkan-potensi-terbaik-talenta-it-indonesia/

Geekhunter IT Recruitment Consultant, IT Recruitment Consultant, IT Recruitment Consultant Indonesia, IT Recruitment Consultant Jakarta, Recruitment Consultant, IT Recruitment, Recruitment Indonesia, Consultant Recruitment, IT Recruitment Jakarta, IT Recruitment Bandung, Headhunter, Headhunter Indonesia, Recruiter

Leave a Reply